Friday, July 6, 2012

Pergilah Sahabat


Kalau kau ditinggal sahabat, biarkanlah, biarkanlah sahabatmu pergi. Dia sudah tidak ditakdirkan menjadi sahabat sejatimu, tidak sampai menjadi sahabat sejati. Pergilah, pergilah, jangan pedulikan lagi. Dia sudah tidak tertakdir menjadi sahabatmu. Mungkin ada orang lain yang lebih berhak. Ada orang lain yang lebih berhak. Ada orang lain yang lebih berhak. Bukan dia lagi, bukan dia. Yakinlah bukan dia. Bersabarlah, yakinlah kepada Allah, dia akan kirimkan seorang malaikat sahabat yang jauh lebih baik daripada dia. Mengapa mahu bersedih? Tak ada gunanya semua itu. Biarkanlah dia pergi, mungkin sudah hilang rahmatnya untuk bersahabat denganmu anakku. Jauhi diri daripada dia. Sebuah perkasihan persahabatan sudah tidak ada buatmu. Serahkan diri kepada Allah, Dia akan mengirim sahabat yang terbaik buatmu. Benar dia akan mengirim seorang sahabat terbaik dan membukakan jalan petunjuk buatmu ke Sana. Yakinlah masih ada ruang pernafasan dan kegembiraan jika tidak ada ruang di dunia ini. 


Posted by: NoorainieOthman

Thursday, July 5, 2012

Kauhadir




Tidak pernah kumenyangka
Kauhadir di pintu tamuku
Dengan langkah serakahmu
Kau timbun akar perdamaian di hujung senja
Ketika harga maruah yang kaulumak-lumak
Bagaikan sebuah permainan zaman kanak-kanak
Senyumanmu menggugah petala halkum
Pandanganmu menyelirat tunak
Menjerat segala tingkah dan gerak
Di sekitar alam yang sudah tertaksir milikmu

Berzikirlah hati, jangan tumbang di hadapan pemegang puaka
Yang tidak tahu makna dan beza malu, silu dan senda!

Kota Kinabalu, Iramanis 13 Mei 2012

Tuesday, July 3, 2012

Langit




Kujenguk langit
Terbentang agam
Wajah mendung jadi tabirnya
Bagai malam pekatnya
Cahayanya suram
Dan matahari resah
Menghilang  di sebalik pintu malu.

Kujenguk langit
Wajahnya kelabu
Titik-titik hujan
Terus merayapi bumi
Sejak beberapa jam tadi
Entah apa penyebabnya
Aku belum ada alasannya.

17.2.11 – 21.6.11

Monday, July 2, 2012



Ya Allah jika ini adalah hujan ujian yang Kauanugerahkan untukku, aku rela hadapinya. Tidak mungkin kupasang sayap mengelak lagi. Inilah takdirnya, aku perlu tanggung sendiri semuanya lantaran sikapku sendiri. Ampunilah aku Ya Rabb, aku perlu limpahan berkat dan hujan rahmat memimpin aku dari licin jalan ke arah petunjukMu. 


Posted by: NoorainieOthman

Sunday, July 1, 2012

Sendu


dalam sendu
aku terkenangkanmu
kau mengulit aku waktu kecilku
mendukung aku waktu lelahku
kautarik tanganku
tika malas aku berjalan di belakangmu
suka sekali aku
mengekori perjalanan pengalamanmu
di hutan rimba penuh pohon getah
kalaulah aku kini di belakangmu
pasti resah aku tak mungkin mengikutmu!

kk-kp/ 17-18 mei 2012